Man City Start Sempurna, Lupakan Musim Lalu
Lima laga, lima kemenangan. Itu catatan Manchester City di awal Liga Inggris 2026/27, dan angka itu bukan kebetulan. Hasil tersebut membuat Man City meraih lima kemenangan dari lima pertandingan awal Liga Inggris 2026-2027, mengukuhkan diri menjadi pemimpin klasemen dengan perolehan 15 poin, unggul tiga angka atas Arsenal. Akhir pekan lalu mereka bahkan pesta gol di kandang sendiri. Manchester City menjadi salah satu tim dengan kemenangan besar setelah mengalahkan Sunderland 5-3 di Etihad Stadium, dibuka lewat tendangan bebas Enzo Fernandez pada menit ke-9, sebelum Sunderland menyamakan lewat Brian Brobbey tiga menit berselang.
Laga tandang ke tandang, kandang ke kandang, City tampil seperti tim yang tidak sabar membalas musim lalu yang penuh cedera dan inkonsistensi. Kalau ada tim yang layak disebut favorit awal musim, ya mereka.
Duo Manchester Beda Nasib
Sementara City berpesta, tetangga sekota mereka justru tertahan. Man United gagal menang di laga akhir pekan, dan cerita serupa juga menimpa raksasa London. Arsenal dan Tottenham kompak tumbang di pekan itu, dengan Brighton membungkam Arsenal 3-0. Kekalahan itu bukan sekadar catatan statistik. Ini laga yang menghentikan rekor kemenangan beruntun Arteta, dan sialnya terjadi di kandang Brighton yang selalu jadi kuburan angker bagi tim-tim besar London.
Arteta sendiri langsung buka suara soal apa yang salah. Mikel Arteta mengungkap titik kelemahan Arsenal saat ditekuk Brighton 0-3. Buat pendukung Arsenal, ini déjà vu. Setiap musim rasanya selalu ada satu laga yang menghancurkan momentum, dan biasanya bukan lawan yang diprediksi berat di atas kertas.
Bayang-Bayang Piala Dunia 2026
Ada satu faktor yang jarang dibahas tapi jelas berpengaruh musim ini: efek Piala Dunia. Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko baru saja berakhir Juli lalu, dan hasilnya masih terasa gaungnya sampai sekarang. Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai kampiun Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan juara bertahan Argentina 1-0 di MetLife Stadium, dengan Ferran Torres tampil sebagai pahlawan lewat gol di menit ke-106. Rodri, gelandang kunci Manchester City, bahkan pulang membawa gelar individu. Rodri dinobatkan sebagai Golden Ball atau pemain terbaik turnamen berkat performa konsistennya mengendalikan lini tengah La Roja.
Pemain yang habis-habisan tampil di Amerika biasanya butuh waktu untuk pulih, baik fisik maupun mental. Tapi lihat Man City sekarang, mereka justru tampil lebih segar. Mungkin itu tanda skuad Pep Guardiola dikelola dengan sangat hati-hati pasca turnamen, sementara klub lain masih meraba-raba ritme.
Ke Mana Arah Taruhan Gelar Musim Ini?
Kalau sudah bicara soal siapa yang akan juara, obrolan di warung kopi pasti langsung mengarah ke odds dan prediksi. Selisih tiga poin antara City dan Arsenal terlihat kecil di atas kertas, tapi tren performa keduanya jelas berbeda arah sekarang. Buat yang suka memantau pergerakan pasar taruhan bola musim ini, situs seperti bk8 asia biasanya jadi rujukan untuk melihat bagaimana odds bergeser tiap pekan, terutama setelah hasil mengejutkan seperti kekalahan Arsenal di Brighton.
Yang menarik, musim ini baru berjalan lima pekan. Masih ada 33 laga tersisa buat tiap tim, cukup panjang untuk membalikkan keadaan. Tapi kalau tren City bertahan sampai Natal, rasanya sulit membayangkan siapa yang bisa menghentikan mereka. Liverpool, Chelsea, dan Man United sejauh ini belum menunjukkan konsistensi yang cukup untuk disebut penantang serius.
Old Trafford yang Mulai Gelisah
Di luar lapangan, suasana di Manchester United juga tidak sepenuhnya tenang. Ada kritik soal isu imigrasi yang dilontarkan Sir Jim Ratcliffe, membuat kelompok suporter Muslim MU menuntut pemilik klub mundur. Situasi seperti ini biasanya berimbas ke ruang ganti, dan pelatih paling sulit bekerja saat fokus tim terpecah antara urusan lapangan dan urusan manajemen di atasnya.
Menariknya, laga derby Manchester kali ini justru dimenangkan City lewat gol tunggal. Manchester United kalah 0-1 dari Manchester City dalam laga yang berlangsung di Old Trafford. Kekalahan itu makin menegaskan jarak kelas antara dua tim sekota yang dulu selalu sengit diperebutkan setiap musim.
